Minggu, 27 Mei 2018

DKD Kebumen Mendorong Terbentuknya Paguyuban Tosan Aji Kebumen

Berawal dari kegelisahan dan keprihatinan bersama terhadap semakin rendahnya kepedulian serta apresiasi masyarakat Kebumen terhadap tosan aji yang ada di Kebumen. Dewan Kesenian Daerah Kebumen (DKD) bersama paguyuban budaya dan spiritual Bolosewu menggagas pembentukan komunitas tosan aji di Kabupaten Kebumen.
Ketua Umum DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo pada acara dialog pencetusan pembentukan Komunitas Tosan Aji Kebumen
Rencana tersebut tercetus saat dialog yang digelar di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kebumen, Minggu (23/07/2017) pagi. Dialog tosan aji tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo dan sejumlah tokoh dari berbagai macam latar belakang, mulai dari budayawan, legislator hingga pemerhati tosan aji Kebumen.
Menurut Ki Setyo Budi, salah satu budayawan Kebumen menuturkan bahwa Kabupaten Kebumen kini masih banyak menyimpan benda-benda pusaka yang tersebar di beberapa tempat.
Kebumen masih banyak memiliki benda pusaka, terutama di wilayah pesisir selatan, namun sayang, banyak yang secara fisik kurang terawat sehingga perlu adanya fasilitasi  bagi para pemilik tosan aji untuk melakukan perawatan dan penyimpanan terhadap tosan aji tersebut,” ungkap Setyo.
Dalam kesempatan yang sama Zaeni Miftah, salah satu legislator Kebumen yang hadir dalam dialog tosan aji tersebut mengutarakan, keberadaan tosan aji yang terawat dengan baik, nantinya akan dapat mendorong edukasi bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat Kebumen. 
Adanya komunitas tosan aji akan dapat meningkatkan apresiasi dan meluruskan persepsi keliru sebagian masyarakat terhadap tosan aji.
Perlu dibangun persepsi bersama mengenai tosan aji yg tidak bertentangan dengan akidah, namun tetap menempatkan tosan aji sebagai masterpiece budaya luhur yang perlu dirawat dan dijaga.

Pameran Seni Rupa di Rumah Budaya Bumi Bimasakti

Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad berkenan hadir membuka Pameran Seni Rupa yang berlangsung di di Rumah Budaya Bumi Bimasakti di Jalan Masjid 2 Nomor 19 Kauman Kebumen, Selasa (02/05/2017).


Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad saat memberikan sambutan pada pembukaan Pameran Seni Rupa Bangga Kebumen di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen.
Pameran seni rupa “Bangga Kebumen” tersebut merupakan langkah awal para perupa Kebumen untuk berkonsolidasi dan ikut berkiprah dalam pembangunan di Kebumen, yang diselenggarakan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen bekerja sama dengan Paguyuban Budaya dan Spiritual Cakra Buana.
Pameran diikuti perupa dengan beragam latar belakang pendidikan. Ada karya anak-anak SD, kerajinan tangan, lukisan cat minyak, sketsa, batik Kebumen, seni rupa logam sampai lukisan dengan cangkang telur. Kerajinan khas Kebumen juga ikut dipamerkan seperti beragam akik, kerajinan dari biji jenitri serta perangkat makan-minum dari batok kelapa. Bahkan pada saat pembukaan dimeriahkan juga dengan permainan sulap melukis dengan api dan keris berkepala bebek.
Dalam sambutannya Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para seniman dan budayawan Kebumen atas kegiatan tersebut.
Fuad mengungkapkan, dirinya sangat bangga dan mendukung kreativitas dari para pelaku seni di Kabupaten Kebumen. Karena mereka terus mendedikasikan dirinya untuk melestarikan sekaligus mewarnai seni budaya di Kebumen.

Kita sangat mengapresiasi kreativitas dari para seniman dan budayawan di Kebumen meskipun dengan masih banyaknya kekurangan fasilitas pendukung dari pemerintah, namun tidak menyurutkan semangat kreativitas para pelaku seni, papar Yahya Fuad.
Yahya Fuad berharap agar para seniman dan budayawan Kebumen bisa lebih bersinergi lagi dengan pemerintah kabupaten Kebumen dalam rangka meningkatkan sisi budaya dan pariwisata. 
Kami harap para seniman dan budayawan di Kebumen, kedepan akan semakin bersinergi lagi dengan pemrintahan dalam rangka memajukan pariwisata Kebumen melalui sektor budaya dan kesenian, karena sektor budaya dan kesenian mempunyai peran penting dalam memajukan sektor pariwisata.

Yahya Fuad juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada  Rumah Budaya Bumi Bimasakti yang pada kesempatan kali ini tengah menggelar pameran seni rupa dalam upaya memperkenalkan budaya seni  rupa kepada masyarakat Kebumen dan dunia luar.

Senin, 19 Maret 2018

AKSI 72 SISWA SMP/MTs-SMA/MA/SMK SE- KEBUMEN BACA PUISI ANTI KORUPSI DI PENDOPO BUPATI KEBUMEN



 Bertempat di Komplek Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, sebanyak 72 siswa SMP/MTs-SMA/MA/SMK  Se- Kebumen pada hari Sabtu (17/3) mengikuti lomba baca puisi dengan tema anti korupsi. Lomba dalam rangka peningkatan apresiasi bahasa dan sastra dikalangan pelajar di Kebumen, serta sebagai upaya untuk menyadarkan generasi muda terdidik, dan masyarakat tentang bahaya korupsi tersebut diselenggarakan oleh Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) Kebumen  , yang didukung oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) kabupaten Kebumen, menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Anti Korupsi untuk Siswa/ Siswi SMP/MTs-SMA/MA/SMK se Kabupaten Kebumen. Lomba memperebutkan trophy DKD Kebumen, sejumlah uang pembinaan dan piagam.
Pada sambutan pembukaan lomba ketua DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada komunitas Sekolah rakyat Melubae Kebumen atas penyelenggaraan acara tersebut, “Lomba baca puisi anti korupsi merupakan bentuk kepedulian  Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB), sebagai bagian dari elemen bangsa, dalam memerangi korupsi yang sedang merajalela.”
Selanjutnya Pekik menambahkan bahwa, “ Event ini juga  sebagai upaya untuk menyadarkan generasi muda terdidik dan masyarakat tentang bahaya dari korupsi.”
Ketua panitia lomba Pitra Suwita menyampaikan  “Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen  ini sangat menarik dikarenakan puisi-puisi yang akan di baca pada lomba merupakan puisi yang berisikan pesan-pesan dari  penyair terhadap ancaman korupsi yang merajalela, yang akan  menumbuhkan kreatifitas generasi muda dalam menginterpretasikan puisi tersebut.
Permasalahn korupsi merupakan persoalan yang serius, dan harus ditanggapi, serta dicarikan penawar untuk mengantisipasi pertumbuhannya. Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) bergerak melalui Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB  dengan mengikutsertakan siswa/siswi SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab dan mengerti arti penting bagaimana mencegah korupsi dengan kesenian khususnya berpuisi.
Pada lomba tersebut setiap peserta membacakan 1 (satu) Puisi Wajib Jembatan karya Sutardji Calzoum Bachri  dan 1 (satu) Puisi Pilihan.  Panitia menyediakan 4 (empat) Puisi Pilihan karya penyair Kebumen. Puisi tersebut adalah, Kong Kalikong dan Dilarang Korupsi karya Pitra Suwita, serta Enyahkan dan Melihat Kenyataan karya Pekik Sat Siswonirmolo.
Penilaian untuk tingkat SMP-MTs dilakukan oleh 3 (tiga) orang juri, Nurnakhudin, BY.Handoko dan Nurrokhim, sedangkan untuk juri tingkat SMA, MA, SMK  terdiri dari Indriotomo Brigandono (Jakarta) Aris Panji dan Ary Susanto,SE. dengan driteria penilaian yang meliputi penghayatan, vokal dan penampilan.

Adapun hasil kejuaraan pada lomba tersebut untuk tingkat SMP-MTs adalah juara 1 SMP Neg. 2 Kutowinangun atas nama Ulfatun Hikmah, juara 2 MTs Neg. 1 Kebumen atas nama Romana Aulia Al, Juara 3 MTs Neg. 1 Kebumen atas nama Nadia Aulia Zahra, juara harapan 1 SMP Neg. 7 Kebumen atas nama Arbangi Khaerul Umam, juara harapan 2 SMP Neg. 7 Kebumen atas nama Hawina Wifaqo dan  juara harapan 3 SMP Neg. 1 Prembun atas nama Fara Attira Sutrisno.
Kemudian juara untuk tingkat SMA/SMK /MA sebagai berikut juara 1 SMA Neg. 1 Kebumen atas nama Fatirahma Cahya Dewi,  juara 2 SMA Neg. 2 Kebumen atas nama Riky Febrianto, juara 3 SMK Ma’arif 4 Kebumen atas nama Peni Agustin juara harapan 1 SMK Neg. 1 Karangayar atas nama, Nurul Fitria, juara harapan 2 SMA Neg. 1 Prembun atas nama Lika Indriyani, juara harapan 3 SMA Neg. 1 Kebumen atas nama Nur Fatimah.

Senin, 12 Maret 2018

KOMUNITAS SENI KEBUMEN BUTUH GEDUNG KESENIAN

Semakin ramainya kunjungan para pelaku seni dan budaya Kebumen di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, untuk melaksanakan kegiatan kesenian maupun diskusi budaya, menunjukkan bahwa warga Kebumen pelaku seni dan pengamat  budaya di Kebumen membutuhkan fasilitas sarana atau tempat untuk malakukan apresiasi seni dan budaya.
Siswa-siswi SMP Negeri 1 Kebumen berlatih di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, untuk persiapan pagelaran di Sekolah

 
Siswa-siswi SMP Negeri 1 Kebumen berlatih di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, untuk persiapan pagelaran di Sekolah  












Siswa-siswi SMP Negeri 1 Kebumen berlatih di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, untuk persiapan pagelaran di Sekolah 27-Januari-2018.

 
Komunitas Kesenian Jamjaneng Pastrajakkep berkumpul di Rumah Budaya Bumi Bimasakti dalam rangka kegiatan Lapanan 21-Januari-2018

Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen, hampir tidak pernah sepi kegiatan. Baik yang dilaksanakan oleh Komunitas, sanggar seni maupun para siswa-siswi yang membutuhkan sarana untuk berlatih kesenian.

Lapanan Pastrajakkep Kecamatan Kebumen.

Ketua DKD Kab Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo menyampaikan sambutannya pada acara Lapanan Pastrajakkep Kebumen, Minggu pagi (21/1) di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen.

Bertempat di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kebumen, Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kab. Kebumen, Minggu pagi (21/1) memfasilitasi paguyuban kesenian tradisional slawat Jamjaneng (Pastrajakkep) Kebumen untuk menyelenggarakan kegiatan  Lapanan Pastrajakep kecamatan Kebumen.

  Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus Dewan Kesenian Daerah, Pengurus Pastrajakep Kab. Kebumen, Pengurus Pastrajakkep kecamatan Kebumen dan 80 orang yang merupakan perwakilan dari 20 grup jamjaneng yang ada kecamatan Kebumen.
  Munjahit juga menambahkan bahwa terbentuknya paguyuban seni jamjaneng Pastrajakkep diawali dari adanya lomba jamjaneng di Somalangu, kemudian dibentuk kepengurusan, 20-10 -2008 dengan Ketua almarhum R Kyai Muhtamim. Pastrajakkep hanya dengan semangat maju dengkul bertekad nguri -uri seni selawat jamjaneng, yang merupakan kesenian asli Kebumen, membangkitkan grup yang ada, dari tidak ada jadi ada. Ngrembaka mbrengengeng, atau bergema sampai luar Kebumen.

  Bahkan komunitas jamjaneng Wonosobo sudah mengakui bila jamjaneng merupakan kesenian asli Kebumen.
  Pada sambutannya Munjahid ketua 1 Pastrajakkep Kab Kebumen menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada DKD Kebumen, yang telah memfasilitasi acara Lapanan, yang merupakan kegiatan rutin komunitas seni tradisional jamjaneng, setiap selapan hari atau 35 hari pada kalender jawa. 




 Pada saat ini sejak meninggalnya ketua Umum Pastrajakkep R. Kyai Muhtamim, Pastrajakkep seperti ayam kehilangan induknya.
  Ketua DKD Pekik Sat Siswonirmolo dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan wujud pengakuan dan dukungan DKD terhadap keberadaan kesenian jamjaneng, khususnya Pastrajakkep Kebumen.
 Harapanya kesenian tradisional jamjaneng yang merupakan kesenian asli Kebumen dapat semakin berkembang, dan terjalin persatuan yang semakin kuat antara pengurus dan seluruh grup jamjaneng di kabupaten Kebumen.

DKD DUKUNG PEMBENTUKAN FORUM KOMUNITAS EBLEG KEBUMEN



* PARADE SERIBU EBLEG DI ALUN-ALUN KEBUMEN
Bertempat di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen, pada hari Minggu (28/1), 70 orang seniman kuda lumping Kebumen atau Ebleg, yang merupakan perwakilan dari sekitar 50 group ebleg yang ada di kabupaten Kebumen berkumpul di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen. Berkumpul nya para pelaku ebleg tersebut dalam rangka pembentukan forum komunitas Ebleg di Kebumen.
Turut hadir pada pertemuan tersebut Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo beserta jajaran pengurusnya, Ketua komunitas Persatuan Pecinta Kuda Lumping Kabumen (PPKLK), Rakhmat dan beberapa pecinta budaya di Kebumen.
 Ketua Forum Komunitas Ebleg Kebumen EKASlamet Sodirin (pegang Microphone)dan Ketua komunitas Persatuan Pecinta Kuda Lumping Kabumen (PPKLK), Rakhmat (berbaju batik coklat) duduk bersanding.
 Menurut Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo, kegiatan tersebut dalam rangka kegiatan  pembinaan, pengembangan dan pelestarian kesenian di kabupaten Kebumen. Untuk itu DKD Kebumen terus mendorong dan memfasilitasi komunitas beberapa cabang seni untuk menyelenggarakan pertemuan, dalam rangka koordinasi maupun konsolidasi.
“Setelah mengumpulkan anggota komunitas jamjaneng Pastrajakkep Kebumen pada Minggu (21/1) lalu, maka pada hari Minggu (28/1) kemarin DKD Kebumen kembali mengumpulkan komunitas Kuda Kepang , atau ebleg Kebumen.”
Pada pertemuan tersebut melaui sistem formatur, berhasil terbentuk forum komunitas Ebleg di Kebumen dengan nama Forum Komunitas Ebleg Kebumen EKA, dengan ketuanya Slamet sodirin. Pemberian nama EKA merupakan singkatan dari kata Ebeg Kebumen Aji. Adapun filosofi dari nama tersebut merupakan suatu harapan agar Ebleg dikebumen dapat menjadi lebih Aji atau lebih berharga.
Selanjutnya ketua Forum Komunitas Ebleg Kebumen EKA Slamet sodirin, berharap adanya forum tersebut selain dapat sebagai sarana menjalin komunikasi antar komunitas ebleg di kabupaten Kebumen, sehingga mempererat persatuan komunitas ebleg Kebumen, juga sebagai jembatan penghubung antara komunitas ebleg Kebumen dengan Dewan Kesenian Daerah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen.
Pembentukan forum komunitas ebleg ini ternyata disambut antusias oleh para pelaku kesenian ebleg di Kebumen, mereka berharap dengan adanya forum tersebur dapat membantu memecahkan permasahan yang muncul diseputar kesenian ebleg, baik berkaitan tentang pementasan, pendanaan, bantuan peralatan maupun legalitas grup .
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo beserta pengurus, foto bersama Ketua EKA dan Ketua PPATK seusai acara.
 Bahkan dalam rangka mensikapi antusiasme para pelaku kesenian ebleg yang hadir pada kesempatan tersebut DKD Kebumen mendukung adanya wacana pementasan parade seribu penari ebleg di Alun-alun Kebumen pada bulan Agustus 2018 nanti.

Minggu, 04 Maret 2018

LOMBA BACA PUISI ANTI KORUPSI SRMB TINGKAT SMP/MTS/SMA/MA/SMK SE-KABUPATEN KEBUMEN2018



Dalam rangka peningkatan apresiasi bahasa dan sastra dikalangan pelajar di Kebumen , Sekolah Rakyat MeluBae Kebumen didukung oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen bermaksud menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Pelajar Tingkat SMP/MTs-SMA/SMK/MA Se-Kabupaten Kebumen. Lomba memperebutkan trophy DKD Kebumen dan sejumlah uang pembinaan dan piagam.
Lomba akan kami selenggarakan pada :
Hari/ Tanggal              : Sabtu, 17 Maret 2018
Waktu                         : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
Tempat                        : Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen
Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen merupakan kepedulian  Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) dalam memerangi permasalahan korupsi yang sedang merajalela bangsa dan negara.
Event ini sebagai upaya untuk menyadarkan generasi muda terdidik dan masyarakat tentang bahaya dari korupsi tersebut
 “Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen  ini sangat menarik dikarenakan puisi-puisi yang akan di perlombakan ini merupakan puisi yang berisikan pesan-pesan dari  penyair terhadap para koruptor yang merajalela di era zaman ini, dan menumbuhkan kreatifitas generasi muda dalam menginterpretasikan puisi tersebut.
Permasalahn korupsi merupakan persoalan yang serius, dan harus ditanggapi, serta dicarikan penawar untuk mengantisipasi pertumbuhannya. Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) bergerak melalui Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB  dengan mengikutsertakan siswa/siswi SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab dan mengerti arti penting bagaimana mencegah korupsi dengan kesenian khususnya berpuisi. Tradisi puitikal dengan berpuisi  merupakan cara untuk memberantas budaya korupsi di tengah kehidupan masyarakat.
Peserta lomba silakan mendaftar dengan  biaya pendaftraran Rp.50.000,- per-orang, setiap sekilah boleh mengirimkan lebih dari 1(satu) orang utusan.Untuk pendaftarannya dapat menghubungi Nomor HP/WA ( 082135898543) atau langsung mendaftar ke sekretariat Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) Kebumen.
Latar Belakang Penyelenggaraan Kegiatan
            Korupsi, kini sudah menjadi permasalahan serius di negeri ini. Kasus korupsi sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Berkembang dengan pesat, meluas di mana-mana dan terjadi secara sistematis dengan rekayasa yang canggih dan memanfaatkan teknologi modern. Kasus terjadinya korupsi dari hari ke hari kian marak. Hampir setiap hari berita tentang korupsi menghiasi berbagai media.
           Korupsi dianggap biasa dan dimaklumi banyak orang sehingga masyarakat sulit membedakan mana perbuatan korup dan mana perbuatan yang tidak korup.
Meskipun sudah ada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan beberapa Instansi anti korupsi lainnya, namun faktanya negeri ini masih menduduki rangking atas sebagai Negara terkorup didunia.
           Kondisi seperti ini perlu disikapi oleh berbagai elemen bangsa, dengan melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah korupsi yang sudah mengakar, meluas, dan menggejala di Indonesia.
Dalam rangka menjawab semua persoalan tersebut maka, Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) Kebumen  sebagai bagian dari elemen bangsa, yang didukung oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) kabupaten Kebumen, bermaksud menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Anti Korupsi untuk Siswa/ Siswi SMP/MTs-SMA/MA/SMK se Kabupaten Kebumen, memperebutkan trophy DKD Kebumen, sejumlah uang pembinaan dan piagam.
Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen merupakan kepedulian  Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) dalam memerangi permasalahan korupsi yang sedang merajalela bangsa dan negara. Event ini sebagai upaya untuk menyadarkan khususnya generasi muda terdidik, generasi muda  pada umumnya dan masyarakat tentang bahaya dari korupsi.
Pada Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen  ini para peserta akan membacakan  puisi-puisi yang berisikan pesan-pesan dari  penyair terhadap para koruptor yang merajalela di era zaman ini, dan menumbuhkan kreatifitas generasi muda dalam menginterpretasikan puisi tersebut.
Melalui Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB  yang mengikutsertakan siswa/siswi SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen, Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) mengajak para siswa-siswi sebagai generasi muda terdidik,  untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab dan mengerti arti penting bagaimana mencegah
korupsi dengan kesenian khususnya berpuisi. Tradisi puitikal dengan berpuisi  merupakan cara untuk memberantas budaya korupsi di tengah kehidupan masyarakat
Melalui lomba baca puisi ini diharapkan akan :
1.    Tertanamnya nilai dan sikap hidup Anti Korupsi, khususnya  kepada para siswa  dan kepada generasi muda  pada umumnya
2.    Tumbuhnya kebiasaan perilaku Anti Korupsi khususnya  kepada para siswa  dan kepada generasi muda  pada umumnya.
3.    Berkembangnya kreativitas khususnya  kepada para siswa  dan kepada generasi muda  pada umumnya dalam membudayakan perilaku Anti Korupsi.
Tema kegiatan tersebut adalah “ Dengan Lomba Baca Puisi  Kita Tanamkan Sikap Anti Korupsi di Kalangan  Generasi Muda.”
Lomba Baca Puisi ini memiliki maksud dan tujuan, sebagai berikut:
1.    Menanamkan nilai dan sikap hidup Anti Korupsi, khususnya  kepada para siswa  dan kepada generasi muda  pada umumnya
2.   Menumbuhkan kebiasaan perilaku Anti Korupsi khususnya  kepada para siswa  dan kepada generasi muda  pada umumnya.
3.  Mengembangkan kreativitas khususnya  kepada para siswa  dan kepada generasi muda  pada umumnya dalam membudayakan perilaku Anti Korupsi.
Lomba Baca Puisi ini akan dilaksanakan pada :
Hari              :  Sabtu       Tanggal         : 17 Maret 2018  Pukul            :  08.00 s/d selasai
Pendaftaran mulai Jumat, 23 Februari 2018 S/D Jumat, 16 Maret 2018
 Tempat Pendaftaran Peserta
1. Kantor Kelurahan Kebumen Jl. Pemuda no. 31 Kelurahan Kebumen
       2. Kesekretariatan Panitia Lomba Jl. Sawo 19 RT.07 RW. V Kel.Kebumen.
 Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen
KetentuanUmum 
  1. Peserta adalah Siswa/Siswi SMP/ MTs/ SMA/ MA/ SMK  se-Kabupaten Kebumen yang masih aktif.
  2. Pendaftaran dilakukan di Sekretariat SRMB Jl. Sawo 19 RT.07 RW. V Kel.Kebumen dan Kantor Kelurahan Kebumen Jl. Pemuda no. 31 Kelurahan Kebumen ,  pada hari Jumat, 23 Februari 2018 s/d Jumat, 16 Maret 2018.
  3. Temu Teknik akan dilaksanakan hari Jumat, tanggal 16 Maret 2018
  4. Setiap pendaftar dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000 diserahkan saat peserta melakukan pendaftaran.
  5. Setiap sekolah boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) orang peserta.
  6. Saat mendaftar, peserta harus mengumpulkan foto kopi Kartu Pelajar/ Kartu OSIS/ Kartu Pramuka, sebanyak 1 (satu) lembar pada panitia pendaftaran.
  7. Tidak ada kuota maksimal peserta. 
  8. Hal-hal yang belum tertera menjadi kebijakan panitia.
  9. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
Ketentuan Khusus
  1.  Pembacaan puisi hanya dilakukan dalam satu babak.
  2. Peserta tidak diperkenankan menggunakan alat pengiring, baik dimainkan sendiri atau dimainkan orang lain saat pembacaan puisi.
  3. Setiap peserta membacakan 1 (satu) Puisi Wajib dari 1 (satu) Puisi Pilihan yang disediakan panitia, Puisi Wajib dan Puisi Pilihan tersebut yaitu :
No.
Judul Puisi Wajib
Karya Penyair
1
Jembatan
Sutardji Calzoum Bachri
No.
Judul Puisi Pilihan
Karya Penyair
1
Kong Kalikong
Pitra Suwita
2
Dilarang Korupsi
Pitra Suwita
3
Enyahkan
Pekik Sat Siswonirmolo
4
Melihat Kenyataan
Pekik Sat Siswonirmolo

Kriteria  Penilaian
  1. Penghayatan : Ketepatan/takaran rasa, totalitas emosi, dan ekspresifisik.
  2. Vokal : Penyajian secara lisan, meliputi kenyaringan, ketepatan artikulasi, dan intonasi.
  3. Penampilan : Keharmonisan keseluruhan ekspresi lisan dan ekspresifisik (wajah dan anggota tubuh), kesesuaian kostum, sikap (cara membawakan diri di depan pemirsa), teknik muncul.
  4. Panitia akan mengambil enam terbaik dari  peserta SMP/ MTs, dan enam terbaik dari  peserta SMA/ MA/ SMK . 
PUISI MATERI LOMBA
PUISI PILIHAN
Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen

Kong Kalikong
karya Pitra Suwita Kebumen

Kong kalikong
Kalau besar jadi bangkong
Kong kalikong
Perutnya besar  seperti  genthong
Kong kalikong
Persekutuan para penyamun merampok negeri
Kong kalikong
Kesepakatan para cukong
Di setiap lobi-lobi, mencari koalisi
Tak perduli para anak negeri mengais rejeki menjual diri
Kong kalikong
Kesepakatan para cukong memperkaya diri, menjual nurani.

Kebumen SRMB 2013.

PUISI PILIHAN
Dilarang Korupsi
Karya Pitra Suwita Kebumen

Ketika manusia bangga dengan aibnya
Alam enggan bersahabat
Matahari  pun enggan bersahabat
Hutanku tak lagi rimbun olehpepohonan
Bumi terhisap oleh keserakahan
 amarah membuncah
Ketika manusia bangga dengan kepandaiannya
Ia menjadi  penipu dirinya
Menangislah langit
Membencilah matahari
Berteriaklah gunung
Angin liar
Bumi lapar
Ketika manusia banyak yang berduka
Maka jangan pernah menjadi Korupsi.

Kebumen 2012

PUISI PILIHAN
Melihat Kenyataan
Karya Pekik Sat Siswonirmolo

Berderet panjang-panjang

Pasukan berompi oranye mengular
Saling bergandeng tangan bergelang logam
Berwajah suci berseri tanpa dosa
Menebar senyum, pikat ditiap kilat kamera
Diwaktu lalu saat pilkada
Telah ia tebar pesona bertuba
Di podium propaganda
Janji-janji meraung membumbung
Jadi pikat yang membuai
Melenakan kaum jelata
Demi meraup dukungan masa
Semua menjelma jadi ahli agama
Jadi kyai
Jadi sufi
Bahkan dalil dalil suci digemakan
Petikan kitab suci didengungkan
Ketika kemenangan tlah diraih
Kekuasaan tlah digenggaman
Tahta singgasana tlah diduduki
Serta merta berubah jadi srigala
Bertaring runcing, kuku kuku tajam
mengancam
para jelata ditelapak kaki melata
menanggung derita
Kini
keserakahan tlah menuai karma
Saat KPK menjerat
Menggiring ke penjara.
                                    Jatimulyo, 20 Mei 2017 ( dipetik dari Memo Anti Korupsi 6)

PUISI PILIHAN
ENYAHKAN
Karya Pekik Sat Siswonirmolo

Akankah kita biarkan
Benih culas para pecundang bertunas
di seluas ladang pertiwi
Akankah
Kelak bila kita biarkan
sulur-sulurnya menguat menjadi jerat
akar-akarnya menjalar menjadi kekar
batang-batangnya meradang setajam pedang
merajam tatanan moral jadi amoral
normal jadi anormal dan nurani jadi tirani
Mari
Enyahkan benih para pencuri berwajah serupa sufi
Yang telah menebas nurani melibas bisik hati
Tanpa rasa dosa menimbun harta
Menyatroni negeri sendiri dengan gagah berani
Mari menyatu senyampang masih ada waktu

Kebumen, 2013 ( dipetik dari Antologi Puisi Menolak Korupsi 2b)

 PUISI WAJIB
Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen

JEMBATAN
Karya  Sutardji Calzoum Bachri

Sedalam-dalam sajak takkan mampu menampung air mata
bangsa, Kata-kata telah lama terperangkap dalam basa-basi
dalam teduh pekewuh dalam isyarat dan kisah tanpa makna.
Maka aku pun pergi menatap pada wajah berjuta. Wajah orang
jalanan yang berdiri satu kaki dalam penuh sesak bis kota.
Wajah orang tergusur. Wajah yang ditilang malang. Wajah legam
para pemulung yang memungut remah-remah pembangunan.
Wajah yang hanya mampu menjadi sekedar penonton etalase
indah di berbagai plaza. Wajah yang diam-diam menjerit
mengucap
tanah air kita satu
bangsa kita satu
bahasa kita satu
bendera kita satu !
Tapi wahai saudara satu bendera kenapa sementara jalan-jalan
mekar di mana-mana menghubungkan kota-kota, jembatan-jembatan
tumbuh kokoh merentangi semua sungai dan lembah
yang ada, tapi siapakah yang akan mampu menjembatani jurang
di antara kita ?
Di lembah-lembah kusam pada puncak tulang gersang dan otot
linu mengerang mereka pancangkan koyak moyak bendera hati
dipijak ketidakpedulian pada saudara. Gerimis tak mampu
mengucapkan kibarnya.
Lalu tanpa tangis mereka menyanyi padamu negeri air mata kami.

(dipetik dari Antologi Puisi Menolak Korupsi 2b)