Senin, 19 Maret 2018

AKSI 72 SISWA SMP/MTs-SMA/MA/SMK SE- KEBUMEN BACA PUISI ANTI KORUPSI DI PENDOPO BUPATI KEBUMEN



 Bertempat di Komplek Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, sebanyak 72 siswa SMP/MTs-SMA/MA/SMK  Se- Kebumen pada hari Sabtu (17/3) mengikuti lomba baca puisi dengan tema anti korupsi. Lomba dalam rangka peningkatan apresiasi bahasa dan sastra dikalangan pelajar di Kebumen, serta sebagai upaya untuk menyadarkan generasi muda terdidik, dan masyarakat tentang bahaya korupsi tersebut diselenggarakan oleh Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) Kebumen  , yang didukung oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) kabupaten Kebumen, menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Anti Korupsi untuk Siswa/ Siswi SMP/MTs-SMA/MA/SMK se Kabupaten Kebumen. Lomba memperebutkan trophy DKD Kebumen, sejumlah uang pembinaan dan piagam.
Pada sambutan pembukaan lomba ketua DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada komunitas Sekolah rakyat Melubae Kebumen atas penyelenggaraan acara tersebut, “Lomba baca puisi anti korupsi merupakan bentuk kepedulian  Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB), sebagai bagian dari elemen bangsa, dalam memerangi korupsi yang sedang merajalela.”
Selanjutnya Pekik menambahkan bahwa, “ Event ini juga  sebagai upaya untuk menyadarkan generasi muda terdidik dan masyarakat tentang bahaya dari korupsi.”
Ketua panitia lomba Pitra Suwita menyampaikan  “Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen  ini sangat menarik dikarenakan puisi-puisi yang akan di baca pada lomba merupakan puisi yang berisikan pesan-pesan dari  penyair terhadap ancaman korupsi yang merajalela, yang akan  menumbuhkan kreatifitas generasi muda dalam menginterpretasikan puisi tersebut.
Permasalahn korupsi merupakan persoalan yang serius, dan harus ditanggapi, serta dicarikan penawar untuk mengantisipasi pertumbuhannya. Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) bergerak melalui Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB  dengan mengikutsertakan siswa/siswi SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab dan mengerti arti penting bagaimana mencegah korupsi dengan kesenian khususnya berpuisi.
Pada lomba tersebut setiap peserta membacakan 1 (satu) Puisi Wajib Jembatan karya Sutardji Calzoum Bachri  dan 1 (satu) Puisi Pilihan.  Panitia menyediakan 4 (empat) Puisi Pilihan karya penyair Kebumen. Puisi tersebut adalah, Kong Kalikong dan Dilarang Korupsi karya Pitra Suwita, serta Enyahkan dan Melihat Kenyataan karya Pekik Sat Siswonirmolo.
Penilaian untuk tingkat SMP-MTs dilakukan oleh 3 (tiga) orang juri, Nurnakhudin, BY.Handoko dan Nurrokhim, sedangkan untuk juri tingkat SMA, MA, SMK  terdiri dari Indriotomo Brigandono (Jakarta) Aris Panji dan Ary Susanto,SE. dengan driteria penilaian yang meliputi penghayatan, vokal dan penampilan.

Adapun hasil kejuaraan pada lomba tersebut untuk tingkat SMP-MTs adalah juara 1 SMP Neg. 2 Kutowinangun atas nama Ulfatun Hikmah, juara 2 MTs Neg. 1 Kebumen atas nama Romana Aulia Al, Juara 3 MTs Neg. 1 Kebumen atas nama Nadia Aulia Zahra, juara harapan 1 SMP Neg. 7 Kebumen atas nama Arbangi Khaerul Umam, juara harapan 2 SMP Neg. 7 Kebumen atas nama Hawina Wifaqo dan  juara harapan 3 SMP Neg. 1 Prembun atas nama Fara Attira Sutrisno.
Kemudian juara untuk tingkat SMA/SMK /MA sebagai berikut juara 1 SMA Neg. 1 Kebumen atas nama Fatirahma Cahya Dewi,  juara 2 SMA Neg. 2 Kebumen atas nama Riky Febrianto, juara 3 SMK Ma’arif 4 Kebumen atas nama Peni Agustin juara harapan 1 SMK Neg. 1 Karangayar atas nama, Nurul Fitria, juara harapan 2 SMA Neg. 1 Prembun atas nama Lika Indriyani, juara harapan 3 SMA Neg. 1 Kebumen atas nama Nur Fatimah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar