Bertempat di Komplek Pendopo Rumah
Dinas Bupati Kebumen, sebanyak 72 siswa SMP/MTs-SMA/MA/SMK Se- Kebumen pada hari Sabtu (17/3) mengikuti lomba baca
puisi dengan tema anti korupsi. Lomba dalam rangka peningkatan apresiasi bahasa
dan sastra dikalangan pelajar di Kebumen, serta sebagai upaya
untuk menyadarkan generasi muda terdidik, dan masyarakat tentang bahaya korupsi tersebut
diselenggarakan oleh Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) Kebumen , yang didukung oleh Dewan Kesenian Daerah
(DKD) kabupaten Kebumen, menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Anti Korupsi untuk
Siswa/ Siswi SMP/MTs-SMA/MA/SMK se Kabupaten Kebumen. Lomba memperebutkan
trophy DKD Kebumen, sejumlah uang pembinaan dan piagam.
Pada sambutan pembukaan lomba ketua DKD Kebumen Pekik Sat
Siswonirmolo, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada komunitas
Sekolah rakyat Melubae Kebumen atas penyelenggaraan acara tersebut, “Lomba baca
puisi anti korupsi merupakan bentuk kepedulian Komunitas Sekolah Rakyat
Melubae (SRMB), sebagai bagian dari
elemen bangsa, dalam memerangi korupsi yang sedang merajalela.”
Selanjutnya Pekik menambahkan bahwa, “ Event ini juga sebagai upaya untuk menyadarkan generasi muda
terdidik dan masyarakat tentang bahaya dari korupsi.”
Ketua panitia lomba Pitra Suwita menyampaikan “Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat
SMP/MTs/SMA/MA/SMK se-Kabupaten Kebumen ini sangat menarik dikarenakan puisi-puisi
yang akan di baca pada lomba merupakan puisi yang berisikan pesan-pesan
dari penyair terhadap ancaman korupsi yang merajalela, yang akan menumbuhkan kreatifitas generasi muda dalam
menginterpretasikan puisi tersebut.
Permasalahn korupsi merupakan persoalan yang serius, dan harus
ditanggapi, serta dicarikan penawar untuk mengantisipasi pertumbuhannya. Komunitas
Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) bergerak melalui Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB dengan mengikutsertakan siswa/siswi SMP/MTs/SMA/MA/SMK se-Kabupaten Kebumen untuk menjadi generasi
yang bertanggung jawab dan mengerti arti penting bagaimana mencegah korupsi
dengan kesenian khususnya berpuisi.
Pada lomba tersebut setiap peserta membacakan 1 (satu) Puisi
Wajib Jembatan karya Sutardji Calzoum
Bachri dan 1 (satu) Puisi Pilihan. Panitia menyediakan 4 (empat) Puisi Pilihan karya
penyair Kebumen. Puisi tersebut adalah, Kong
Kalikong dan Dilarang Korupsi
karya Pitra Suwita, serta Enyahkan
dan Melihat Kenyataan karya Pekik Sat
Siswonirmolo.
Penilaian untuk tingkat SMP-MTs dilakukan oleh 3 (tiga)
orang juri, Nurnakhudin, BY.Handoko dan Nurrokhim, sedangkan untuk juri tingkat
SMA, MA, SMK terdiri dari Indriotomo
Brigandono (Jakarta) Aris Panji dan Ary Susanto,SE. dengan driteria penilaian yang
meliputi penghayatan, vokal dan penampilan.
Adapun
hasil kejuaraan pada lomba tersebut untuk tingkat SMP-MTs adalah juara 1 SMP Neg. 2 Kutowinangun atas nama Ulfatun
Hikmah, juara 2 MTs Neg. 1 Kebumen atas nama Romana Aulia Al, Juara 3 MTs Neg.
1 Kebumen atas nama Nadia Aulia Zahra, juara harapan 1 SMP Neg. 7 Kebumen atas
nama Arbangi Khaerul Umam, juara harapan 2 SMP Neg. 7 Kebumen atas nama Hawina
Wifaqo dan juara harapan 3 SMP Neg. 1
Prembun atas nama Fara Attira Sutrisno.
Kemudian
juara untuk tingkat SMA/SMK /MA sebagai berikut juara 1 SMA Neg. 1 Kebumen atas
nama Fatirahma Cahya Dewi, juara 2 SMA
Neg. 2 Kebumen atas nama Riky Febrianto, juara 3 SMK Ma’arif 4 Kebumen atas
nama Peni Agustin juara harapan 1 SMK Neg. 1 Karangayar atas nama, Nurul
Fitria, juara harapan 2 SMA Neg. 1 Prembun atas nama Lika Indriyani, juara
harapan 3 SMA Neg. 1 Kebumen atas nama Nur Fatimah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar