Rabu, 15 Oktober 2025

Berbicara Tentang Geguritan

 Berbicara Tentang Geguritan 

Pekik Sat Siswonirmolo bersama Eko Wahyudi menjadi nara sumber di hadapan Gen-Z membahas tentang Geguritan, bertempat di Pendopo Kabumian pada acara Ruang Rasa di kegiatan Kebumen Culture Fest 23-30 Agustus 2025

Pekik Sat Siswonirmolo bersama Eko Wahyudi 








Jamjaneng di Pertunjukan Rakyat (PERTURA) Ratih TV Kebumen




Jamjaneng di Pertunjukan Rakyat (PERTURA) Ratih TV Kebumen






 

Mendiang Wahidun Seniman Tradisional Kebumen

 Mendiang Wahidun Seniman Tradisional Kebumen

Hadir di kesenian Menthiet bersama Pekik Sat Siswonitrmolo

Hadir di acara Prasojo Show Ratih TV Kebumen bersama Pekik Sat Siswonitrmolo


Hadir di acara Prasojo Show Ratih TV Kebumen bersama Pekik Sat Siswonitrmolo


Hadir di acara Prasojo Show Ratih TV Kebumen bersama Pekik Sat Siswonitrmolo



Jamjaneng Kemitir Manggung di Balai Kelurahan Bumirejo

 Jamjaneng Kemitir Manggung di Balai Kelurahan Bumirejo

Selapanan Pastrajakkeb Kec. Kebumen.

Guna turut serta  melestarikan Warisan Budaya Takbenda, Paguyuban Seni Tradisional Jamjaneng Kabupaten Kebumen (Pastrajakkeb) Kecamatan Kebumen secara rutin setiap 35 hari menyelenggarakan Selapanan.

Untuk Selapanan Pastrajakkeb Kecamatan Kebumen kali ini giliran rombongan Jamjaneng Dukuh Kemitir, Kelurahan Bumirejo. Atas dukungan Kelurahan Bumirejo, Jamjaneng Kemitir manggung di Aula Kelurahan Bumirejo, pada Minggu Kliwon (5/10) 2025.

Hadir pada Selapanan tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen Frans Haidar, Ari Listiyono dari Kecamatan Kebumen, Lurah Bumirejo Bakhrur Rokhman, dan pemerhati kesenian Jamjaneng Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo.

Selaku pemerhati kesenian Jamjaneng, Pekik Sat Siswonirmolo menyampaikan Pemaparan 

Setidaknya ada 9 kelompok Jamjaneng di wilayah Kecamatan Kebumen hadir pada Selapanan tersebut. Acara diawali dengan doa tahlil, dilanjutkan beberapa tembang Jamjaneng persembahan rombongan Jamjaneng Kemitir.



Pada sesi sambungrasa, Ketua Pastrajakkeb Kecamatan Kebumen Siman HW menyampaikan kondisi yang memprihatinkan untuk menyelenggarakan Selapanan Pastrajakkeb secara rutin. Hal itu perlu dukungan dari Pemerintah Daerah untuk kelangsungan penyelenggaraan Selapanan secara rutin.

Penyampaian Siman ditanggapi Lurah Bumirejo Bakhrur Rokhman dengan bijak.

“Sepanjang ada komunikasi yang baik dari rombongan Jamjaneng dengan pemerintahan desa atau kelurahan, tentu pemerintah desa atau kelurahan akan membantu sesuai dengan kemampuan anggaran dari masing-masing desa atau kelurahan “jelas Bakhrur.



Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen Istiyadi merespons dengan kesediaannya memberi dana stimulan pada Pastrajakkeb Kecamatan Kebumen.

Selaku pemerhati kesenian Jamjaneng, Pekik Sat Siswonirmolo menyampaikan bahwa sudah  hampir 4 tahun kesenian Jamjaneng Kebumen ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda dari Provinsi Jawa Tengah.




Hal itu berdasarkan Sertifikat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tehnologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, Nomor: 0017/F4KB.04.04/2021 di Jakarta pada tanggal 7 Desember 2021.

Sertifikat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tehnologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, Nomor: 0017/F4KB.04.04/2021 di Jakarta pada tanggal 7 Desember 2021.


# https://www.kebumenupdate.com/entertainment/seni/kesenian-jamjaneng-kebumen-perlu-dukungan-pemerintah/

Rabu, 27 Februari 2019

Lapanan Pastrajakkep Karanganyar

Minggu Wage, 03 Februari 2019 bertempat di Balai RW. 03 dukuh Kepadangan Grenggeng Karnganyar berlangsung acara rutinan paguyuban seni tradisional jamjaneng. Kesenian tersebut merupakan salah satu jenis kesenian khas Kebumen.




Meski telah berusia senja, semangat untuk ikut nguri-uri seni jamjaneng masih meletub-letub.
Beliau ungkapkan dengan hentakan-hentakan kendang yang rancak  dan ceria (03/02)
Turut hadir pada acara yang dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo itu, Ketua 1 Pastrajakkeb Kebumen Sirwati dan beberapa pelaku seni Jamjaneng di luar kecamatan Karanganyar.


Menambahkan Aksen saron, membuat lantunan jamjaneng menjadi lebih nges.
Sesuai kesepakatan komunitas jamjaneng Karanganyar, bahwa pengisi acara adalah bukan grup tuan rumah, maka pada hari itu yang tampil adalah grup jamjaneng Al Hidayah pimpinan Slamet Sucipto dari Plarangan Karanganyar dengan 13 orang pemain dan sejumlah vokalis putri. Meskipun pada pelaksanaan pementasannya juga dibantu oleh personil grup yang lain.




Menurut Prawito, Ketua Pastrajakkep Karanganyar,
" Pelaksanaan kegiatan rutin Lapanan Karanganyar ini dengan mengundang Ketua DKD sudah kali yang ke 4, baru pada 03 Februari ini beliau bisa hadir, yang pertama pada 17 Oktober, 25 Nopember dan 29 Desember.

Minggu, 27 Mei 2018

DKD Kebumen Mendorong Terbentuknya Paguyuban Tosan Aji Kebumen

Berawal dari kegelisahan dan keprihatinan bersama terhadap semakin rendahnya kepedulian serta apresiasi masyarakat Kebumen terhadap tosan aji yang ada di Kebumen. Dewan Kesenian Daerah Kebumen (DKD) bersama paguyuban budaya dan spiritual Bolosewu menggagas pembentukan komunitas tosan aji di Kabupaten Kebumen.
Ketua Umum DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo pada acara dialog pencetusan pembentukan Komunitas Tosan Aji Kebumen
Rencana tersebut tercetus saat dialog yang digelar di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kebumen, Minggu (23/07/2017) pagi. Dialog tosan aji tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo dan sejumlah tokoh dari berbagai macam latar belakang, mulai dari budayawan, legislator hingga pemerhati tosan aji Kebumen.
Menurut Ki Setyo Budi, salah satu budayawan Kebumen menuturkan bahwa Kabupaten Kebumen kini masih banyak menyimpan benda-benda pusaka yang tersebar di beberapa tempat.
Kebumen masih banyak memiliki benda pusaka, terutama di wilayah pesisir selatan, namun sayang, banyak yang secara fisik kurang terawat sehingga perlu adanya fasilitasi  bagi para pemilik tosan aji untuk melakukan perawatan dan penyimpanan terhadap tosan aji tersebut,” ungkap Setyo.
Dalam kesempatan yang sama Zaeni Miftah, salah satu legislator Kebumen yang hadir dalam dialog tosan aji tersebut mengutarakan, keberadaan tosan aji yang terawat dengan baik, nantinya akan dapat mendorong edukasi bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat Kebumen. 
Adanya komunitas tosan aji akan dapat meningkatkan apresiasi dan meluruskan persepsi keliru sebagian masyarakat terhadap tosan aji.
Perlu dibangun persepsi bersama mengenai tosan aji yg tidak bertentangan dengan akidah, namun tetap menempatkan tosan aji sebagai masterpiece budaya luhur yang perlu dirawat dan dijaga.

Pameran Seni Rupa di Rumah Budaya Bumi Bimasakti

Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad berkenan hadir membuka Pameran Seni Rupa yang berlangsung di di Rumah Budaya Bumi Bimasakti di Jalan Masjid 2 Nomor 19 Kauman Kebumen, Selasa (02/05/2017).


Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad saat memberikan sambutan pada pembukaan Pameran Seni Rupa Bangga Kebumen di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen.
Pameran seni rupa “Bangga Kebumen” tersebut merupakan langkah awal para perupa Kebumen untuk berkonsolidasi dan ikut berkiprah dalam pembangunan di Kebumen, yang diselenggarakan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen bekerja sama dengan Paguyuban Budaya dan Spiritual Cakra Buana.
Pameran diikuti perupa dengan beragam latar belakang pendidikan. Ada karya anak-anak SD, kerajinan tangan, lukisan cat minyak, sketsa, batik Kebumen, seni rupa logam sampai lukisan dengan cangkang telur. Kerajinan khas Kebumen juga ikut dipamerkan seperti beragam akik, kerajinan dari biji jenitri serta perangkat makan-minum dari batok kelapa. Bahkan pada saat pembukaan dimeriahkan juga dengan permainan sulap melukis dengan api dan keris berkepala bebek.
Dalam sambutannya Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para seniman dan budayawan Kebumen atas kegiatan tersebut.
Fuad mengungkapkan, dirinya sangat bangga dan mendukung kreativitas dari para pelaku seni di Kabupaten Kebumen. Karena mereka terus mendedikasikan dirinya untuk melestarikan sekaligus mewarnai seni budaya di Kebumen.

Kita sangat mengapresiasi kreativitas dari para seniman dan budayawan di Kebumen meskipun dengan masih banyaknya kekurangan fasilitas pendukung dari pemerintah, namun tidak menyurutkan semangat kreativitas para pelaku seni, papar Yahya Fuad.
Yahya Fuad berharap agar para seniman dan budayawan Kebumen bisa lebih bersinergi lagi dengan pemerintah kabupaten Kebumen dalam rangka meningkatkan sisi budaya dan pariwisata. 
Kami harap para seniman dan budayawan di Kebumen, kedepan akan semakin bersinergi lagi dengan pemrintahan dalam rangka memajukan pariwisata Kebumen melalui sektor budaya dan kesenian, karena sektor budaya dan kesenian mempunyai peran penting dalam memajukan sektor pariwisata.

Yahya Fuad juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada  Rumah Budaya Bumi Bimasakti yang pada kesempatan kali ini tengah menggelar pameran seni rupa dalam upaya memperkenalkan budaya seni  rupa kepada masyarakat Kebumen dan dunia luar.