Rabu, 27 Februari 2019

Lapanan Pastrajakkep Karanganyar

Minggu Wage, 03 Februari 2019 bertempat di Balai RW. 03 dukuh Kepadangan Grenggeng Karnganyar berlangsung acara rutinan paguyuban seni tradisional jamjaneng. Kesenian tersebut merupakan salah satu jenis kesenian khas Kebumen.




Meski telah berusia senja, semangat untuk ikut nguri-uri seni jamjaneng masih meletub-letub.
Beliau ungkapkan dengan hentakan-hentakan kendang yang rancak  dan ceria (03/02)
Turut hadir pada acara yang dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo itu, Ketua 1 Pastrajakkeb Kebumen Sirwati dan beberapa pelaku seni Jamjaneng di luar kecamatan Karanganyar.


Menambahkan Aksen saron, membuat lantunan jamjaneng menjadi lebih nges.
Sesuai kesepakatan komunitas jamjaneng Karanganyar, bahwa pengisi acara adalah bukan grup tuan rumah, maka pada hari itu yang tampil adalah grup jamjaneng Al Hidayah pimpinan Slamet Sucipto dari Plarangan Karanganyar dengan 13 orang pemain dan sejumlah vokalis putri. Meskipun pada pelaksanaan pementasannya juga dibantu oleh personil grup yang lain.




Menurut Prawito, Ketua Pastrajakkep Karanganyar,
" Pelaksanaan kegiatan rutin Lapanan Karanganyar ini dengan mengundang Ketua DKD sudah kali yang ke 4, baru pada 03 Februari ini beliau bisa hadir, yang pertama pada 17 Oktober, 25 Nopember dan 29 Desember.

Minggu, 27 Mei 2018

DKD Kebumen Mendorong Terbentuknya Paguyuban Tosan Aji Kebumen

Berawal dari kegelisahan dan keprihatinan bersama terhadap semakin rendahnya kepedulian serta apresiasi masyarakat Kebumen terhadap tosan aji yang ada di Kebumen. Dewan Kesenian Daerah Kebumen (DKD) bersama paguyuban budaya dan spiritual Bolosewu menggagas pembentukan komunitas tosan aji di Kabupaten Kebumen.
Ketua Umum DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo pada acara dialog pencetusan pembentukan Komunitas Tosan Aji Kebumen
Rencana tersebut tercetus saat dialog yang digelar di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kebumen, Minggu (23/07/2017) pagi. Dialog tosan aji tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo dan sejumlah tokoh dari berbagai macam latar belakang, mulai dari budayawan, legislator hingga pemerhati tosan aji Kebumen.
Menurut Ki Setyo Budi, salah satu budayawan Kebumen menuturkan bahwa Kabupaten Kebumen kini masih banyak menyimpan benda-benda pusaka yang tersebar di beberapa tempat.
Kebumen masih banyak memiliki benda pusaka, terutama di wilayah pesisir selatan, namun sayang, banyak yang secara fisik kurang terawat sehingga perlu adanya fasilitasi  bagi para pemilik tosan aji untuk melakukan perawatan dan penyimpanan terhadap tosan aji tersebut,” ungkap Setyo.
Dalam kesempatan yang sama Zaeni Miftah, salah satu legislator Kebumen yang hadir dalam dialog tosan aji tersebut mengutarakan, keberadaan tosan aji yang terawat dengan baik, nantinya akan dapat mendorong edukasi bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat Kebumen. 
Adanya komunitas tosan aji akan dapat meningkatkan apresiasi dan meluruskan persepsi keliru sebagian masyarakat terhadap tosan aji.
Perlu dibangun persepsi bersama mengenai tosan aji yg tidak bertentangan dengan akidah, namun tetap menempatkan tosan aji sebagai masterpiece budaya luhur yang perlu dirawat dan dijaga.

Pameran Seni Rupa di Rumah Budaya Bumi Bimasakti

Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad berkenan hadir membuka Pameran Seni Rupa yang berlangsung di di Rumah Budaya Bumi Bimasakti di Jalan Masjid 2 Nomor 19 Kauman Kebumen, Selasa (02/05/2017).


Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad saat memberikan sambutan pada pembukaan Pameran Seni Rupa Bangga Kebumen di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen.
Pameran seni rupa “Bangga Kebumen” tersebut merupakan langkah awal para perupa Kebumen untuk berkonsolidasi dan ikut berkiprah dalam pembangunan di Kebumen, yang diselenggarakan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen bekerja sama dengan Paguyuban Budaya dan Spiritual Cakra Buana.
Pameran diikuti perupa dengan beragam latar belakang pendidikan. Ada karya anak-anak SD, kerajinan tangan, lukisan cat minyak, sketsa, batik Kebumen, seni rupa logam sampai lukisan dengan cangkang telur. Kerajinan khas Kebumen juga ikut dipamerkan seperti beragam akik, kerajinan dari biji jenitri serta perangkat makan-minum dari batok kelapa. Bahkan pada saat pembukaan dimeriahkan juga dengan permainan sulap melukis dengan api dan keris berkepala bebek.
Dalam sambutannya Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para seniman dan budayawan Kebumen atas kegiatan tersebut.
Fuad mengungkapkan, dirinya sangat bangga dan mendukung kreativitas dari para pelaku seni di Kabupaten Kebumen. Karena mereka terus mendedikasikan dirinya untuk melestarikan sekaligus mewarnai seni budaya di Kebumen.

Kita sangat mengapresiasi kreativitas dari para seniman dan budayawan di Kebumen meskipun dengan masih banyaknya kekurangan fasilitas pendukung dari pemerintah, namun tidak menyurutkan semangat kreativitas para pelaku seni, papar Yahya Fuad.
Yahya Fuad berharap agar para seniman dan budayawan Kebumen bisa lebih bersinergi lagi dengan pemerintah kabupaten Kebumen dalam rangka meningkatkan sisi budaya dan pariwisata. 
Kami harap para seniman dan budayawan di Kebumen, kedepan akan semakin bersinergi lagi dengan pemrintahan dalam rangka memajukan pariwisata Kebumen melalui sektor budaya dan kesenian, karena sektor budaya dan kesenian mempunyai peran penting dalam memajukan sektor pariwisata.

Yahya Fuad juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada  Rumah Budaya Bumi Bimasakti yang pada kesempatan kali ini tengah menggelar pameran seni rupa dalam upaya memperkenalkan budaya seni  rupa kepada masyarakat Kebumen dan dunia luar.

Senin, 19 Maret 2018

AKSI 72 SISWA SMP/MTs-SMA/MA/SMK SE- KEBUMEN BACA PUISI ANTI KORUPSI DI PENDOPO BUPATI KEBUMEN



 Bertempat di Komplek Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, sebanyak 72 siswa SMP/MTs-SMA/MA/SMK  Se- Kebumen pada hari Sabtu (17/3) mengikuti lomba baca puisi dengan tema anti korupsi. Lomba dalam rangka peningkatan apresiasi bahasa dan sastra dikalangan pelajar di Kebumen, serta sebagai upaya untuk menyadarkan generasi muda terdidik, dan masyarakat tentang bahaya korupsi tersebut diselenggarakan oleh Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) Kebumen  , yang didukung oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) kabupaten Kebumen, menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Anti Korupsi untuk Siswa/ Siswi SMP/MTs-SMA/MA/SMK se Kabupaten Kebumen. Lomba memperebutkan trophy DKD Kebumen, sejumlah uang pembinaan dan piagam.
Pada sambutan pembukaan lomba ketua DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada komunitas Sekolah rakyat Melubae Kebumen atas penyelenggaraan acara tersebut, “Lomba baca puisi anti korupsi merupakan bentuk kepedulian  Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB), sebagai bagian dari elemen bangsa, dalam memerangi korupsi yang sedang merajalela.”
Selanjutnya Pekik menambahkan bahwa, “ Event ini juga  sebagai upaya untuk menyadarkan generasi muda terdidik dan masyarakat tentang bahaya dari korupsi.”
Ketua panitia lomba Pitra Suwita menyampaikan  “Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB tingkat SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen  ini sangat menarik dikarenakan puisi-puisi yang akan di baca pada lomba merupakan puisi yang berisikan pesan-pesan dari  penyair terhadap ancaman korupsi yang merajalela, yang akan  menumbuhkan kreatifitas generasi muda dalam menginterpretasikan puisi tersebut.
Permasalahn korupsi merupakan persoalan yang serius, dan harus ditanggapi, serta dicarikan penawar untuk mengantisipasi pertumbuhannya. Komunitas Sekolah Rakyat Melubae (SRMB) bergerak melalui Lomba Baca Puisi Anti Korupsi SRMB  dengan mengikutsertakan siswa/siswi SMP/MTs/SMA/MA/SMK  se-Kabupaten Kebumen untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab dan mengerti arti penting bagaimana mencegah korupsi dengan kesenian khususnya berpuisi.
Pada lomba tersebut setiap peserta membacakan 1 (satu) Puisi Wajib Jembatan karya Sutardji Calzoum Bachri  dan 1 (satu) Puisi Pilihan.  Panitia menyediakan 4 (empat) Puisi Pilihan karya penyair Kebumen. Puisi tersebut adalah, Kong Kalikong dan Dilarang Korupsi karya Pitra Suwita, serta Enyahkan dan Melihat Kenyataan karya Pekik Sat Siswonirmolo.
Penilaian untuk tingkat SMP-MTs dilakukan oleh 3 (tiga) orang juri, Nurnakhudin, BY.Handoko dan Nurrokhim, sedangkan untuk juri tingkat SMA, MA, SMK  terdiri dari Indriotomo Brigandono (Jakarta) Aris Panji dan Ary Susanto,SE. dengan driteria penilaian yang meliputi penghayatan, vokal dan penampilan.

Adapun hasil kejuaraan pada lomba tersebut untuk tingkat SMP-MTs adalah juara 1 SMP Neg. 2 Kutowinangun atas nama Ulfatun Hikmah, juara 2 MTs Neg. 1 Kebumen atas nama Romana Aulia Al, Juara 3 MTs Neg. 1 Kebumen atas nama Nadia Aulia Zahra, juara harapan 1 SMP Neg. 7 Kebumen atas nama Arbangi Khaerul Umam, juara harapan 2 SMP Neg. 7 Kebumen atas nama Hawina Wifaqo dan  juara harapan 3 SMP Neg. 1 Prembun atas nama Fara Attira Sutrisno.
Kemudian juara untuk tingkat SMA/SMK /MA sebagai berikut juara 1 SMA Neg. 1 Kebumen atas nama Fatirahma Cahya Dewi,  juara 2 SMA Neg. 2 Kebumen atas nama Riky Febrianto, juara 3 SMK Ma’arif 4 Kebumen atas nama Peni Agustin juara harapan 1 SMK Neg. 1 Karangayar atas nama, Nurul Fitria, juara harapan 2 SMA Neg. 1 Prembun atas nama Lika Indriyani, juara harapan 3 SMA Neg. 1 Kebumen atas nama Nur Fatimah.

Senin, 12 Maret 2018

KOMUNITAS SENI KEBUMEN BUTUH GEDUNG KESENIAN

Semakin ramainya kunjungan para pelaku seni dan budaya Kebumen di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, untuk melaksanakan kegiatan kesenian maupun diskusi budaya, menunjukkan bahwa warga Kebumen pelaku seni dan pengamat  budaya di Kebumen membutuhkan fasilitas sarana atau tempat untuk malakukan apresiasi seni dan budaya.
Siswa-siswi SMP Negeri 1 Kebumen berlatih di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, untuk persiapan pagelaran di Sekolah

 
Siswa-siswi SMP Negeri 1 Kebumen berlatih di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, untuk persiapan pagelaran di Sekolah  












Siswa-siswi SMP Negeri 1 Kebumen berlatih di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, untuk persiapan pagelaran di Sekolah 27-Januari-2018.

 
Komunitas Kesenian Jamjaneng Pastrajakkep berkumpul di Rumah Budaya Bumi Bimasakti dalam rangka kegiatan Lapanan 21-Januari-2018

Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen, hampir tidak pernah sepi kegiatan. Baik yang dilaksanakan oleh Komunitas, sanggar seni maupun para siswa-siswi yang membutuhkan sarana untuk berlatih kesenian.

Lapanan Pastrajakkep Kecamatan Kebumen.

Ketua DKD Kab Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo menyampaikan sambutannya pada acara Lapanan Pastrajakkep Kebumen, Minggu pagi (21/1) di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen.

Bertempat di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kebumen, Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kab. Kebumen, Minggu pagi (21/1) memfasilitasi paguyuban kesenian tradisional slawat Jamjaneng (Pastrajakkep) Kebumen untuk menyelenggarakan kegiatan  Lapanan Pastrajakep kecamatan Kebumen.

  Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus Dewan Kesenian Daerah, Pengurus Pastrajakep Kab. Kebumen, Pengurus Pastrajakkep kecamatan Kebumen dan 80 orang yang merupakan perwakilan dari 20 grup jamjaneng yang ada kecamatan Kebumen.
  Munjahit juga menambahkan bahwa terbentuknya paguyuban seni jamjaneng Pastrajakkep diawali dari adanya lomba jamjaneng di Somalangu, kemudian dibentuk kepengurusan, 20-10 -2008 dengan Ketua almarhum R Kyai Muhtamim. Pastrajakkep hanya dengan semangat maju dengkul bertekad nguri -uri seni selawat jamjaneng, yang merupakan kesenian asli Kebumen, membangkitkan grup yang ada, dari tidak ada jadi ada. Ngrembaka mbrengengeng, atau bergema sampai luar Kebumen.

  Bahkan komunitas jamjaneng Wonosobo sudah mengakui bila jamjaneng merupakan kesenian asli Kebumen.
  Pada sambutannya Munjahid ketua 1 Pastrajakkep Kab Kebumen menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada DKD Kebumen, yang telah memfasilitasi acara Lapanan, yang merupakan kegiatan rutin komunitas seni tradisional jamjaneng, setiap selapan hari atau 35 hari pada kalender jawa. 




 Pada saat ini sejak meninggalnya ketua Umum Pastrajakkep R. Kyai Muhtamim, Pastrajakkep seperti ayam kehilangan induknya.
  Ketua DKD Pekik Sat Siswonirmolo dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan wujud pengakuan dan dukungan DKD terhadap keberadaan kesenian jamjaneng, khususnya Pastrajakkep Kebumen.
 Harapanya kesenian tradisional jamjaneng yang merupakan kesenian asli Kebumen dapat semakin berkembang, dan terjalin persatuan yang semakin kuat antara pengurus dan seluruh grup jamjaneng di kabupaten Kebumen.

DKD DUKUNG PEMBENTUKAN FORUM KOMUNITAS EBLEG KEBUMEN



* PARADE SERIBU EBLEG DI ALUN-ALUN KEBUMEN
Bertempat di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen, pada hari Minggu (28/1), 70 orang seniman kuda lumping Kebumen atau Ebleg, yang merupakan perwakilan dari sekitar 50 group ebleg yang ada di kabupaten Kebumen berkumpul di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen. Berkumpul nya para pelaku ebleg tersebut dalam rangka pembentukan forum komunitas Ebleg di Kebumen.
Turut hadir pada pertemuan tersebut Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo beserta jajaran pengurusnya, Ketua komunitas Persatuan Pecinta Kuda Lumping Kabumen (PPKLK), Rakhmat dan beberapa pecinta budaya di Kebumen.
 Ketua Forum Komunitas Ebleg Kebumen EKASlamet Sodirin (pegang Microphone)dan Ketua komunitas Persatuan Pecinta Kuda Lumping Kabumen (PPKLK), Rakhmat (berbaju batik coklat) duduk bersanding.
 Menurut Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo, kegiatan tersebut dalam rangka kegiatan  pembinaan, pengembangan dan pelestarian kesenian di kabupaten Kebumen. Untuk itu DKD Kebumen terus mendorong dan memfasilitasi komunitas beberapa cabang seni untuk menyelenggarakan pertemuan, dalam rangka koordinasi maupun konsolidasi.
“Setelah mengumpulkan anggota komunitas jamjaneng Pastrajakkep Kebumen pada Minggu (21/1) lalu, maka pada hari Minggu (28/1) kemarin DKD Kebumen kembali mengumpulkan komunitas Kuda Kepang , atau ebleg Kebumen.”
Pada pertemuan tersebut melaui sistem formatur, berhasil terbentuk forum komunitas Ebleg di Kebumen dengan nama Forum Komunitas Ebleg Kebumen EKA, dengan ketuanya Slamet sodirin. Pemberian nama EKA merupakan singkatan dari kata Ebeg Kebumen Aji. Adapun filosofi dari nama tersebut merupakan suatu harapan agar Ebleg dikebumen dapat menjadi lebih Aji atau lebih berharga.
Selanjutnya ketua Forum Komunitas Ebleg Kebumen EKA Slamet sodirin, berharap adanya forum tersebut selain dapat sebagai sarana menjalin komunikasi antar komunitas ebleg di kabupaten Kebumen, sehingga mempererat persatuan komunitas ebleg Kebumen, juga sebagai jembatan penghubung antara komunitas ebleg Kebumen dengan Dewan Kesenian Daerah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen.
Pembentukan forum komunitas ebleg ini ternyata disambut antusias oleh para pelaku kesenian ebleg di Kebumen, mereka berharap dengan adanya forum tersebur dapat membantu memecahkan permasahan yang muncul diseputar kesenian ebleg, baik berkaitan tentang pementasan, pendanaan, bantuan peralatan maupun legalitas grup .
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo beserta pengurus, foto bersama Ketua EKA dan Ketua PPATK seusai acara.
 Bahkan dalam rangka mensikapi antusiasme para pelaku kesenian ebleg yang hadir pada kesempatan tersebut DKD Kebumen mendukung adanya wacana pementasan parade seribu penari ebleg di Alun-alun Kebumen pada bulan Agustus 2018 nanti.